#JKW4P : Saya Pernah Teramat Mendambakan Mahfud MD Untuk Jadi Wapresnya Jokowi Karena Saya Kira Dia Cukup Elegan, eh Ternyata Dia Tidak Seindah Bayangan Saya.



Canden, Sabtu 21 Juni 2014 22.41 WIB
Sukurlah Mahfud MD nggak terpilih jadi wakil Jokowi, ternyata dia amat sangat Oportunis 

#JKW4P : Pelaku Kampanye Hitam Nan Brutal Sudah Sepantasnya Dituntut Tuntas!


Canden, Sabtu 21 Juni 2014 22.38 WIB

#JKW4P : Debat ke 3 Besok Minggu 22 Juni 2014 Bakal Seru! Bakal Ada Yang Salah Bicara Lagi?



Canden, Sabtu 21 Juni 2014 22.26 WIB

#JKW4P : Kalau Nyapres Pada Nggak Kompak Jangan Salahkan Capres Lain Kalau Mengkritisi


Canden, Sabtu 21 Juni 2014 22.19 WIB

#JKW4P : Untuk Urusan Pertanianpun Paparan Jokowi Lebih Nyata dan Tepat Sasaran


Canden, Sabtu 21 Juni 2014 22.16 WIB

#JKW4P : Di Dunia Usaha Capres Jokowi JK Jelas Lebih Mampu Dibanding Capres Lain



Canden, Sabtu 21 Juni 2014 22.13 WIB

#JKW4P : Mereka Begitu Mudah Mengumbar Janji, Biarlah!


Canden, Sabtu 21 Juni 2014 22.10 WIB

#JKW4P : Met Ultah Pak Jokowi , 21 Juni 2014, We Love U



Canden, Sabtu 21 Juni 2014 22.08 WIB

#JKW4P : Kubu Prabowo Memang Tidak Bisa Kompak Kalau Bikin Statement


Canden, Sabtu 21 Juni 2014 22.06 WIB

#JKW4P : Resiko Jika Prabowo Presiden Oleh Peter Julio Tarigan

(Foto oleh Peter Julio Tarigan)
KALAU tidak salah foto ini saya ambil seminggu setelah peristiwa Trisakti 1998 di Seskoad Bandung, tepatnya tanggal berapa saya lupa. Saya termasuk wartawan foto yang beruntung saat itu. Karena masa itu, Pak Prabowo sulit sekali ditemui. Dan sayapun sebenarnya dilarang meliput acara ini, tetapi entah mengapa saya bisa juga masuk. Namun sehabis mendapatkan foto ini saya langsung digiring keluar. Tidak diperbolehkam masuk lagi sampai selesai acara. Namun foto ini (dalam tulisan ini, red) karya saya. Asli saya yang memotret. Kalo Tim Kampanye Prabowo mau memakai silahkan saja. Tak perlu dibayar. Silahkan dipakai sepuasnya.

Lalu apa hubungannya foto ini dengan pemilu?
Mari kita hubungkan. Yang jelas Prabowo nyapres sekarang. Masa 1998, dia adalah orang paling getol melawan pergerakan mahasiswa. Bukti, adanya Tim Mawar yang sudah diakui dan Prabowo menggerakkannya. Yah, Prabowo sekarang sudah menjalani masa hukumannya dan mempunyai hak politik untuk nyapres. Silahkan saja. Anggap aja Prabowo lolos jadi presiden.
Latar belakang dia yang ditutup dengan karir tidak baik di TNI. Lalu jadi presiden, ini akan menjadi duri dalam daging. Percayalah, jalannya pemerintah dia pegang dia tidak berjalan baik. Pemerintahan Prabowo pasti terseok seok.Isu HAM jadi bom waktu. Bola panas yg bisa digulirkan kapan saja. Entah dari kubu siapa saja. Jangan jangan dari kubunya sendiri pun bisa.

Saya percaya ini sangat bisa terjadi. Ingat peristiwa Gus Dur di suruh pulang dari Istana? Pasti tahu dong siapa yg paling getol nyuruh Gus Dur pergi dari istana. Orang itu sekarang ada di kubu Prabowo. Menjadi penasihatnya Prabowo. Tidak tertutup kemungkinan, hal ini akan terjadi. Prabowo bisa di-Gusdur-kan dalam masa setahun, dua tahun, tiga tahun. Tinggal masalah waktu saja. Remote control itu di otak atik. Selesailah pemerintahannya. Lalu parlemen bersidang terus. Isu pemilu lagi. Demo yang pro dan kontra terus ada di jalanan. Bisa bisa setiap hari demonstrasi di jalanan protokol ibukota. Ingat, mei 1998 sampai masa akhir pemerintahannya Habibie, hampir tidak putus demontrasi tiap hari di jalanan. Semua stasiun tivi mengemas berita dalam segala hal. Mulai dari kritisi sampai dukung mendukung.

Alhasil, ekonomi pasti tidak berjalan dengan baik. Investor takut masuk ke Indonesia. Uang kabur ke luar Indonesia. Rakyat tambah sengsara. Pengangguran dimana mana.Saya tidak menakut nakuti. Tapi ini bisa menjadi agenda beberapa orang untuk membuat Indonesia tidak hebat hebat. Kita tidak tahu siapa. Tapi yang pasti, orang itu orang orang jahat. Bayangkan kamu berjalan memakai sepatu yang di dalamnya berpasir. Tinggal menunggu waktu lecet. Dan lepas itu sepatu. Nah, kalo ada orang baik mau bikin perubahan kenapa ngga kita dukung.

Sedikit tentang saya. Garis keluarga saya adalah orang PNI. Dulu Nenek saya adalah mantan wakil ketua PDI di kota kabupaten asal saya. Nenek saya bosan keluar masuk penjara. Dari umur 12 tahun saya sering dibawa ikut rapat rapat PDI. Karna saya memang cucu pertama nenek jadi sering menempellah. Pemandangan yang sangat biasa buat saya adalah orang berdebat gebrak meja lalu pulangnya berpelukan. Bahkan kampanye pun saya ikut membantu mengangkat-angkat barang. Tanpa dibayar yar. Ikut bantu bantulah. Lebih sedih lagi, ibu saya yang masa itu jadi saksi PDI di TPS kami berada. Jadi bahan olokan tetangga. Saya masih ingat ibu dan bapak saya berdoa sebelum berangkat TPS. Mereka berdoa berpelukan sambil menangis. Ngga bakal gue lupa peristiwa ini. Alhasil, suara di TPS kami PDI hanya 2 suara saja. Pasti suara ibu dan bapak saya. Selainnya Golkar dan PPP. Ngga jarang di permainan teman teman kecilku, kalimat PDI sering terpleset PKI.

Ironisnya, nenek saya yang wakil ketua saat itu dikerjain sama rekan separtai sendiri. Sengaja dikasih nomor urut gagal. Wakil Ketua lho. Nah, ini sedikit sejarah ke-Banteng-an gue. Kalo diceritain masih banyak dan panjang.Lalu, bukan berarti asal capres PDI-P saya dukung. Bukan berarti asal kebijakan PDI-P saya setujui. Tidak sama sekali. Kalau tidak berpihak kepada rakyat, saya harus lawan. Siapapun itu. Termasuk PDI-P.

Karena pekerjaan saya fotografer, seringlah bertugas ke luar Jakarta. Suatu ketika ada pekerjaan di Solo, saya menginap hampir seminggu di Hotel Novotel Solo. Karena bosan sarapan di hotel terus, beberapa hari saya mencoba mencari sarapan di kaki lima. Lalu bertemulah saya di emperan kaki lima dengan penjual nasi liwet, Ibu Sum namanya. Tidak jauh dari Hotel Novotel Solo. Beberapa hari saya sarapan nasi liwet dia.
Karena beberapa kali bertemu terjalinlah pembicaraan saya dengan Ibu Sum. Lalu jatuhlah ke topik walikota Solo yang lagi happening, Jokowi.
Saya bilang, saya dengar walikota ini sangat merakyat ya bu? … Tahu apa jawab Ibu Sum?
“Itu nasi yang kamu makan berasnya dari Pak Jokowi to mas?” Dalam hati saya pikir kok bisa?
Kata Ibu Sum lagi, “lihat saja palingan bentar lagi dia singgahin sini lagi berasnya.”
Tidak lama berselang, lewatlah sedan hitam Toyota, saya lupa plat nomor dan type sedannya. Turunlah seorang bapak yang kurus, mengangkat sekarung beras bersama sopirnya memberikan ke Ibu Sum. Lalu langsung pergi sambil mengangguk lempar senyum ke saya. Saya tidak mengenal siapa orang ini. Sayapun senyum saja. Ibu Sum menepuk saya, “itu to mas Pak Jokowi.” Air mata saya keluar seketika.

Kita Pemilu lagi ne cui. Anda tidak peduli. Atau golput. Atau nyoblos. Presiden anda harus baru. Saya tidak mau Indonesia gampang di otak-atik orang orang jahat. Indonesia masih mempunyai harapan. Indonesia masih mempunyai pemimpin yang pro rakyat. Hari ini dia nyapres, buat memimpin Indonesia yang pro rakyat: Jokowi.Saya tidak mendewa-dewakan dia. Buat saya dia adalah sosok putra Indonesia yang benar. Dia tidak jago berpidato. Wajahnya kampungan. Tapi pikiran dan kerjanya Indonesia. Dan Indonesia. Kalo ada pemimpin tulus, jujur dan baik yang mau membereskan Indonesia, mengapa tidak didukung? Sesederhana itu aja. Mari kita anggap, Prabowo presiden. Anggap saja. 9 Juli coblos Jokowi.

Salam Dua Jari.

sumber :
https://www.facebook.com/muhammad.ihwan.587 (John Tavolta)

Canden, Sabtu 21 Juni 2014 21.59 WIB

#JKW4P : Prabowo Yang Saya Tahu (1)

Seseorang menuliskan hal ini dan saya simpan untuk tambahan wawasan.

TERKUAK 5 KEBOHONGAN PRABOWO SAAT DEBAT CAPRES

(1). Ngaku Ketua HKTI, nyatanya BOHONG ! (HKTI- Himpunan Kerukunan Tani Indonesia versi Prabowo kalah di MA, HKTI saat ini resmi dipimpin Oesman Sapta). http://m.metrotvnews.com/read/2014/06/16/253474

(2). Ngaku akan programkan dana 1 Miliar per Desa nyatanya BOHONG (Dana 1,4 M per Desa sudah ada dalam UU, siapapun Presiden RI wajib melaksanakannya!)

(3). Ngaku Negara bocor 700-1000 triliuan pertahun ternyata BOHONG (Johan Budi bilang KPK tidak keluarkan rilis resmi, pernyataan Abraham Samad adalah Opini yg menegaskan ada potensi kerugian, bukn negara rugi 700 triliun. Faisal Basri bilang kalau itu yang terjadi Indonesia sudah hancur)

(4). Ngaku paham Ekonomi ternyata BOHONG! (Cawapres Hatta Rajasa pernah berikan TPID Awards 2012 untuk Jokowi, karena dianggap Gubernur pengendali Inflasi terbaik. TPID = Tim Pengendali Inflasi Daerah, ini harus diketahui seorang Presiden, selain itu TPID sendiri sangat dipahami Hatta Rajasa selaku Menko Ekonominya SBY, Kalau Capres saja tidak tahu jejak rekam Cawapresnya lalu apa ini gak konyol)

(5). Lagak Ksatria di panggung nyatanya BOHONG (Nyatanya diluar panggung tak ladeni Jokowi bahkan memaki-makinya terus dalam orasi kampanye. Silahkan cek Youtube sebelum dan jelang Debat Capres RI)

Adakah anda tahu hal-hal lain selain diatas?

Share!

Link terkait :
https://www.facebook.com/notes/gtr-saroso/prabowo-yang-saya-tahu-2-dari-tim-relawan-jokowi-presiden/10152437428682510

Canden, Sabtu 21 Juni 2014 21.54 WIB

#JKW4P : Mengapa Jokowi Harus Jadi Presiden Untuk Menyelesaikan Masalah Jakarta?

Ada tulisan menarik di Kompasiana yang saya arsip untuk wawasan saya tentang mengapa Jokowi harus jadi Presiden kalau ingin Jakarta lebih oke.

berikut tulisan lengkapnya

Jokowi belum selesai masa jabatan Gubernur DKI kok mencalonkan diri jadi presiden?
Pertanyaan gampang ini sudah berkali-kali dijawab tapi gak apa-apa, silakan menyimak buat yang belum baca. Kondisinya persis seperti pertanyaan rakyat Solo yang terlanjur mencintai Jokowi bertanya: Mengapa Jokowi meninggalkan Solo dan harus ke Jakarta.
--------------------------------------------------------------------------------
Mari kita berpikir arif dan realistis, jangan idealis dulu. Jokowi jadi presiden itu karena dia "DIMINTA" bukan dia yang menyodorkan apalagi jual diri seperti capres-capres lain yang pada nggak tahu diri sok Pede mau jadi presiden padahal elektabilitasnya gak ada seujung kukunya Jokowi.
Kita semua tahu kalau untuk mberesin jakarta itu gak gampang dan gak bisa dalam waktu singkat. Minimal dalam waktu sesingkat itu hasilnya riil.. dia bener-bener meres otak meres keringat niat kerja! selalu kelihatan kok memang bener-bener tiap hari seharian kerja! Saking fokusnya kerja mikirin rakyat sampai makan aja ala kadarnya dan istirahat juga kurang. Yang kayak gini masih juga dikeritik maka orang ngeritik itu bener-bener nggak tahu diri. Coba saja bandingkan Jokowi dengan Foke dan gubernur sebelumnya yang selama menjabat gak kelihatan sama sekali hasilnya.
Gubernur-gubernur jakarta sebelumnya kebanyakan cuma ngurusin proyek-proyek jangka pendek yang sama sekali tidak menyelesaikan masalah Jakarta. Kebanyakan proyek jangka pendek yang cepet cair dan bisa langsung dipanen (biar bukan gubernur selanjutnya yang menikmati).
Contohnya Sutiyoso.. tinggal bikin jalan, pembatas dan halte, jadilah busway.. duwit langsung cair dan buat uang saku dia untuk bikin partai, nyalon presiden dan pensiun nanti. Jokowi? dia satu-satunya gubernur yang mengarah ke pembangunan MRT dan Monorail yang jelas-jelas proyek jangka panjang dan non profit karena kemungkinan proyek selesai Gubernurnya sudah ganti (nah yang ini baru bener bikin angkutan anti macet dan nggak bikin macet). Saya sendiri bisa rasakan sendiri, jangankan pas jalan di Eropa, di Negara Tetangga Asean saja kayak Malaysia, Singapore, Thailand dll udah pada punya MRT dan monorail. Cuma Indonesia yang gak punya!!! Malu benerr...
Jadi nih Jokowi gak cuma deket sama rakyat tapi dia juga mendengar langsung suara rakyat dan tahu apa yang mereka butuhkan (rakyat didatangi dan didenger aja adem kok bro.. apalagi dibantu, sorry to say, yang kayak gini gue sih sejujurnya langka. Yang lain cuma latah aja sih). Itu cuma contoh kecil saja. beberapa dari kita hanya melihat dari sisi negatifnya saja,
Faktanya adalah gak bakalan ada gubernur macem manapun yang bisa beresin macet dan banjir dalam waktu singkat tanpa support dan campur tangan dari pemerintah pusat. Masalah macet dan banjir ini bukan cuma masalah dan Pe Er Jakarta!!! Tapi Pe Er banyak wilayah.
Semua orang tahu kalau banjir di jakarta tidak lepas dari kiriman dari atas, biarpun jakarta terang benderang yang namanya banjir bisa langsung datang sekonyong-konyong kalau Bogor, depok dan area atas hujan deras. Artinya gak cuma Jakarta yang perlu dibenahi! Presidennya musti nggetok kepala daerah sekitar jakarta supaya gerak (bikin bendungan, sudetan dll) juga biar masalah banjir jakarta bisa cepet selesai.
Macet? Siapa bilang masalah macet cuma masalah Jakarta... salah besar!!! Indonesia ini negara aneh.. Ibukota Jakarta jadi pusat segalanya.. ya pusat Pemerintahan... ya pusat Ekonomi.. pusat segalanya... makanya semua penduduk numpuk di Jakarta.. semuanya gak ada yang fokus, orang pemerintahan nongkrongin orang bisnis, orang bisnis tiap hari nyogokin orang pemerintahan.. makanya rusak semua.
Di luar negeri bahkan Asia selalu disebar... pusat pemerintahan dan pusat bisnis selalu berbeda. Contohnya?
Buanyakk!!: Negara yang dianggap hebat kayak Amerika saja pusat pemerintahan (Washington) terpisah dari pusat ekonomi (New York). Ini jelas-jelas tugas dan wewenang pemerintah Pusat.. bukan Jakarta!
Makanya jangan disalahkan kalau seluruh penduduk Indonesia berbondong-bondong memenuhi jakarta yang merupakan pusat segalanya.
Kebijakan lain-lain yang jelas-jelas mengurangi macet kayak pembatasan produksi kendaraan juga kagak jalan di Indonesia.
Tiap "hari" tambahan ribuan motor dan mobil baru memenuhi jalan. Sementara jumlah dan luas jalan segitu-segitu saja dari dulu. Ini juga Pe-Er dan tanggung jawab Pusat untuk bikin regulasi, bukan jakarta. Jangan takut setoran berkurang gara-gara membatasi jumlah kendaraan dan trayek angkot.
Masih banyak masalah lain yang mentrigger banjir dan macet tapi mayoritas tanggung jawab pusat, bukan daerah. Jadi justru kalau menjadi presiden/mentri/pejabat di pusat malah lebih punya kesempatan dan wewenang untuk membenahi Jakarta.Yang namanya tugas... dimanapun posisinya.. yang penting beritikad baik, fokus, bekerja sepenuh hati demi rakyat. Tidak masalah. Apalagi sebagai Presiden, memimpin negara.
Hayo Jujur.. Gak usah jadi presiden deh. Kita semua klo jadi supervisor tiba-tiba diminta dan dicalonkan jadi manager apalagi direktur perusahaan, apakah kita tolak? Jadi Kepala Desa tiba-tiba diminta dan dicalonkan jadi bupati/walikota, apakah kita tolak? Kami minta jawaban jujur....
Secara realistis mayoritas rakyat indonesia sudah menetapkan hatinya kepada Jokowi sebagai presiden Indonesia. Ini adalah berita gembira buat Jakarta dan Indonesia. Saat ini masalah utama dan terbanyak yang menjadi bottleneck/hambatan pembangunan Jakarta adalah kurangnya respon dan dukungan dari pemerintah pusat. Dengan adanya duo Jokowi sebagai presiden dan Ahok sebagai gubernur Jakarta maka impian rakyat Jakarta agar masalah macet, banjir dll terselesaikan cepat akan menjadi kenyataan.
Bila duo Jokowi Ahok ini kompak dan sinkron maka baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Jakarta akan ada sinergi dan dukungan penuh (full power) dalam penyelesaian masalah jakarta termasuk masalah pembangunan bendungan untuk solve banjir, MRT-Monorail dan jalur anti macet dll yang selama ini justru terhambat oleh pemerintahan pusat di bawah SBY yang cenderung lambat dan kurang responsif terhadap masalah Jakarta. Kami yakin bahwa bila Jokowi memimpin pusat maka dia akan bisa memastikan semua pejabat dan pimpinan pusat untuk full power mendukung Ahok dan Jakarta!
Sumber :
http://politik.kompasiana.com/2014/06/14/bagaimana-kepemimpinan-prabowo-atau-jokowi-jika-terpilih-menjadi-ri-1--666124.html

Terlepas urusan Jakarta, tentunya kami yang didaerah juga mendambakan figur panutan seperti Jokowi untuk menggerakkan daerah menjadi lebih baik.

Kalau tidak sekarang, kapan lagi kawan?

Canden, Sabtu 21 Juni 2014 21.43 WIB

#JKW4P : Berikut Adalah Riwayat Sengketa Sipadan Ligitan Antara Indonesia dan Malaysia

Untuk wawasan bersama, sebelum bicara banyak keluar .

  • 1891 : Konvensi pembagian wilayah Belanda dan Inggris. Kepemilikan kedua pulau tidak diatur.
  • 1917 : Inggris mengeluarkan Ordonansi perlindungan satwa burung di kedua pulau
  • 1930 : Inggris menerapkan pajak bagi pengumpul telur penyu di kedua pulau
  • 1960 : Malaysia melakukan operasi Mercusuar di kedua pulau
  • 1957 : Deklarasi Juanda dikeluarkan Pemr Indonesia. Kedua pulau tidak termasuk dalam peta Indonesia
  • 1960 : Indonesia mengeluarkan UU tantang Wawasan Nusantara. Kedua pulau tidak termasuk dalam peta Indonesia
  • 1969 : Indonesia-Malaysia mengadakan perundingan batas landas kontinen di Selat Malaka dan Laut Sulawesi. Episode sengketa kedua pulau antara Indonesia dan Malaysia dimulai ! Kedua Negara sama-sama mengklaim Sipadan Ligitan sebagai bagian wilayahnya meskipun tidak masuk dalam peta wilayah masing-masing Negara. Kedua Negara sepakat “status quo” atas kedua pulau tsb.
  • 1979 : Malaysia memasukkan kedua pulau dalam peta wilayahnya
  • 1980 : Malaysia mulai menggelar kegiatan pariwisata di kedua pulau
  • 1982 : Indonesia menandatangani / meratifikasi UNCLOS yang mulai berlaku tahun 1994 secara internasional
  • 1996 : Indonesia menerbitkan UU tentang Perairan Indonesia berdasarkan UNCLOS. Secara tersamar Sipada Ligitan diklaim menjadi wilayah Indonesia.
  • 1997 : Indonesia-Malaysia sepakat memasukkan sengketa SIpadan Ligitan ke Internasional Court of Justice (Mahkamah Internasional). Dalam hal ini kedua Negara juga sepakat putusan ICJ nantinya bersifat mengikat (final and binding)
  • 2002 : Indonesia menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) yang ditandatangani Megawati, yang diantaranya memasukkan secara tegas Sipadan Ligitan ke dalam wilayah Indonesia. Ini dianggap upaya terakhir Indonesia melegislasi Sipadan dan Ligitan sebagai wilayahnya, meskipun terlambat.
  • 2002 : Tanggal 17 Desember 2002 ICJ mengeluarkan putusan yang mengukuhkan Malaysia sebagai pemilik kedua pulau yang sah. Dasar putusan adalah asas effectifee dimana Pemr Inggris dianggap telah melakukan tindakan administrative atas kedua pulau dengan adanya Ordonansi perlindungan satwa burung (1917) dan ordonansi pajak atas telur penyu (1930). Dari 17 hakim ICJ, hanya 1 yang memenangkan Indonesia.
  • 2003 : Megawati menyampaikan bahwa Indonesia tidak pernah kehilangan Sipadan Ligitan karena memang tidak pernah memilikinya.

 ------------------
Sekarang saya pun jadi paham,

Canden, Sabtu 21 Juni 2014 21.38 WIB

#JKW4P : Inilah Tokoh Gerindra Yg Menentukan Pilihannya Pada Jokowi

1- Harris mengatakan, "Memilih itu bukan karena kedekatan personal, tetapi tentang siapa yang terbaik. Jokowi sudah berbuat hal kecil saat semua orang masih bermimpi."

2- I Gede Wija Kusuma seorang kader partai Gerindra di Bali menyatakan diri mendukung Jokowi karena pilihan hati nurani.Pada saat itu Kusuma menjelaskan bahwa Jokowi merupakan sosok calon presiden yang mampu memberi harapan perubahan bagi bangsa. "Walaupun saya ahli hukum tapi saya mengerti politik. Jokowi itu sosok yang tepat untuk memimpin bangsa ini," kata Kusuma. Sebelumnya Kusuma telah mencabut keanggotaannya di Partai Gerindra Bali sejak 29 April 2014. Kusuma mengundurkan diri dari jabatan bendahara DPD Partai Gerindra Bali.

3- Di Nangroe Aceh Darussalam, Senin 9 Juni 2014 lalu, Helmy N. Hakim, wakil ketua DPD Bidang Mahasiswa Partai Gerindra Provinsi Aceh, menyatakan diri mendukung Jokowi sebagai calon presiden. Pada situs berita kontan.co.id, Helmu mengatakan, "Sudah lama (saya) memperhatikan Jokowi, terutama sejak dia menjadi Gubernur DKI Jakarta. Karakter pemimpin yang dibutuhkan negara ini ada pada Jokowi. Nurani saya berat untuk menolak Jokowi."Helmy mengatakan bahwa Jokowi merupakan pemimpin yang sedikit bicara tetapi banyak bekerja. Jokowi akan mampu menjadi teladan bagi masyarakat Indonesia. Hal ini yang membedakan Jokowi dengan Prabowo. Menurut Helmy, "Prabowo adalah tipikal pemimpin era 60-an, di mana demokrasi belum dibutuhkan. Kita butuh pemimpin yang bisa berdialog, bukan hanya bisa memberi komando," tegas Helmy.

4- Dari Lampung Tengah, Gunawan Amir mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-JK. Anggota DPRD periode 2009-2014 dari Gerindra ini mengaku tertarik dengan figur Jokowi. " Saya melihat Jokowi itu figur yang sederhana, suka blusukan, dan telah bekerja keras," ujar Gunawan di posko Perjuangan Rakyat (Pospera), Jl. Sukabumi No. 27, Jakarta Pusat pada hari Sabtu 14 Juni 2014 lalu kepada detik.com.Gunawan menyatakan sikap politiknya murni pilihan pribadi dan tidak ada intervensi dari pihak mana pun terkait sikapnya ini. Dia mengatakan waktu terpilih sebagai anggota DPRD Lampung Tengah dia mendapat 6.500 suara dan Gunawan yakin bahwa pemilihnya akan mendukung Jokowi yang dia pilih.

5- Haji Harjani Abu Bakar Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Barat menyatakan dirinya berbalik mendukung Jokowi-JK. Harjani Abu Bakar ketika dihubungi tribunnews.com pada hari Sabtu 7 Juni 2014 menyatakan bahwa dia adalah orang yang "membuka" berdirinya Partai Gerindra di Kalimantan Barat, dari Kota Pontianak hingga meluas seperti sekarang. Harjani mengatakan bahwa dia memilih Jokowi-JK karena meragukan konsep ekonomi kerakyatan yang dibawa oleh Prabowo Subianto.Harjani juga mengatakan bahwa kiprah Partai Gerindra sudah jauh panggang dari api, tidak sesuai dengan apa yang pernah dia ikuti saat menjadi kader terbaik dalam forum pengkaderan Hambalang angkatan XI.

Link :
https://www.facebook.com/notes/gtr-saroso/jkw4p-inilah-tokoh-gerindra-yg-menentukan-pilihannya-pada-jokowi/10152437398342510

Canden, Sabtu 21 Juni 2014 21.35 WIB

#JKW4P : Gardu Prabowo Jombang Bubar, Ganti Dukung Jokowi



Canden, Senin 16 Juni 2014 01.27 WIB
Ayo rame-rame pindah dukungan

#JKW4P : Program Anggaran 1 M Untuk Desa Bukan Ide Orisinal Capres Prabowo Atau Gerindra Sekalipun



Canden, Senin 16 Juni 2014 01.14 WIB

#JKW4P : Prabowo Bertanya Ke Jokowi - Tolong Singkatan TPID Bagaimana Pak




Canden, Senin 16 Juni 2014 01.04 WIB
Bila malu bertanya bakal sesat dipanggung debat, tapi kok ada kata kampretnya ya? apa saya salah denger

#JKW4P : Prabowo Sepakat dg Jokowi Soal Ekonomi Kreatif, Abaikan Penasehat




Canden, Minggu 16 Juni 2014 01.01 WIB

#2019PROJOKOWI

...